Sinopsis Dear John (Nicholas Sparks)

Published Mei 29, 2013 by Hango

Saya nggak tahu kenapa, saya memang suka banget baca novel, tapi saya nggak bakal beli itu novel sebelum itu novel jadi best-seller. Muehehehe… Kalo nggak best-seller, pastilah itu novel pengarang favorit saya.

 

Dan kebanyakan, buku novel yang saya punya itu agak susah di cari. Mengingat itu buku best-seller dan belum di cetak ulang pada saat saya beli itu buku.

 

Dan salah satu dari buku itu adalah… Dear John karya Nicholas Sparks.😀

 

Nama Nicholas sendiri pun nggak perlu di raguin lagi dalam dunia pernovelan(?). Beberapa karyanya sangat laris di dunia pecinta buku. Sebut aja, the Notebook atau A Walk To Remember. Dan di postingan kali ini, saya bakal sedikit menceritakan soal Dear John, yang juga sudah di film kan.😉

 

Ah, iyaa… Btw, saya nggak terlalu peduli sama kisah cintanya, yang saya peduliin adalah… Dad and John. Jadi di postingan kali ini bercerita soal Dad and John.

 

 

John Tyree, seorang anak dari pengantar surat yang tinggal di daerah yang cukup strategis. Ia tak kaya tapi juga tak miskin. Semuanya biasa saja. Ayahnya adalah pengumpul koin lama, alias kolektor. John kecil dan ayahnya suka perpergian demi mencari sekeping koin. Dan ada sebuah kenangan yang selalu terukir di hati John, fotonya dengan ayahnya, satu-satunya foto yang John dan ayahnya punya sekaligus satu-satu foto yang ada di rumah itu. :’)

 

John hidup tanpa seorang ibu. Menurut ayahnya, ibu John pergi karena tak bisa menerima masa mudanya disita karena hamil muda.

 

Waktu telah berlalu, John remaja hidup dalam dunia pembrontakkan. Setiap John lagi badmood, ayahnya mencoba menengnangkannya dengan biacara soal koin. Mengulang kembali kisah-kisah saat perburuan koin, juga tentang foto pertama mereka. Hal itu terus berulang-ulang hingga akhirnya John kesal dan berkata kalau dia benci koin dan jangan pernah ngomong soal koin di depannya. Sejak saat itu, hubungan John dan ayahnya parah. Sangat luar biasa parah. Saat John pergi ke ruang kerja ayahnya, kebetulan ayahnya sedang memeriksa koin-koin, ayahnya langsung ‘menyingkirkan’ koin-koin itu dari hadapan John. Bukan hanya itu, foto John dan Ayahnya sudah tak ada di tempatnya.😥

 

Dan mereka hidup dalam lingkaran yang terus berputar. Tak ada garis lain.

 

John muda setelah menyelesaikan sekolahnya, akhirnya merasa ‘tak berguna’. Dirinya bosan dengan dirinya yang terus berkerja paruh waktu, bermain wanita, dan pergi ke club malam. Pokoknya kacau balau deh. Saat itu ia merasa tak punya tujuan hidup.

 

Bukan hanya itu saja, John ternyata pengen memperbaiki hubungannya dengan ayahnya, meski ayahnya tak terlalu menanggapi, tapi John mengerti. Hingga akhirnya John masuk ke dalam dunia militer.

 

Awalnya John pengen masuk angkatan Laut, mengingat dia itu jago berenang dan berselancar. Hidupnya bisa dikatakan di habiskan di laut. Tapi saat akan mendaftar, tempat pendaftaran AL sedang istirahat, mau nggak mau John akhirnya pindah haluan ke Angkatan Darat. -__-

 

Dua tahun pertama John bisa dikatakan ‘cukup baik’. Kalau nggak salah, dia dinas ke Jerman, lalu pergi ke Irak atau Iran ya? Hehehe…

 

Yah, pokoknya dia cukup senanglah di dunia militer. Hingga akhirnya… Cuti musim panas tiba. Di pantai dia bertemu dengan Savannah, seorang gadis yang manis dan punya jiwa kemanusiaan yang besar. Savannah sangat dekat dengan kedua orang tuanya, beda dengan John. Singkat cerita, John dan Savannah akhirnya menjalin hubungan, entah hubungan apa *plak!

 

Savannah punya sebuah cita-cita, yaitu memiliki tempat untuk anak-anak autis, dimana anak-anak autis itu bisa belajar dengan kuda, keluarga Savannah adalah pecinta hewan. Dan ide itu ia dapatkan dari Tim (sahabat baik Savannah dan dia pria), yang kebetulan memiliki adik yang autis. Tim dengan sabar mengajari adiknya dengan media kuda.

 

Setiap makan malam, John selalu bercerita tentang Savannah ke ayahnya. Meski ayahnya tak menanggapi. Saat sarapan John juga bercerita soal Savannah, dan ayahnya juga melakukkan hal yang sama. Setiap pagi mereka saling menyapa, sang ayah sedang memasak steak, lalu John menawarkan bantuan. Dan selalu berulang-ulang di jam yang sama. Saat malamnya, kalau John nggak sama Savannah, mereka akan mengobrol di meja makan. Makan makanan yang sama dengan hari sebelumnya, dan hanya John yang terus berceloteh ria, sedangkan sang ayah sibuk dengan makanan dan sekali-kali membalas dengan mengucapkan ‘oh’. Dan itu yang terjadi setiap hari.

 

Hingga akhirnya… Savannah meminta John untuk mempertemukan dirinya dengan ayah John.

 

Awalnya John bingung, bahkan berkata berkali-kali bahwa ayahnya itu membosankan. Tapi Savannah kekeh pengen ketemu. Hingga akhirnya ia mengajak Savannah makan malam bersama.

 

Dan Savannah cukup tertarik dengan ayah John. Dan seperti yang di duga John, ayahnya mengajak Savannah melihat-lihat koleksi koinnya. Menceritakan dengan detail tentang koin-koinnya dan Savannah tampak antusias.

 

Oh iya, btw… Savannah juga tahu soal kebiasaan ayah John karena John yang cerita.😀

 

Dan… Cuti musim panas akhirnya akan berlalu. Savannah meminta John datang ke suatu tempat, mengingat mereka akan berpisah karena John akan kembali bertugas di militer.

 

Dan… Savannah memberikan John sebuah buku, Savannah juga meminta John berjanji untuk membaca buku itu hingga habis apapun yang terjadi. Buku tentang syndrom Asperger. Kalo nggak salah namanya itu.

 

Lalu Savannah langsung berkata, bahwa mungkin ayah John terkena syndrom Asperger. Mendengar hal itu, John langsung marah. Ia tak terima dengar perkataan Savannah yang seolah-olah mengatakan bahwa ayahnya memiliki keterbelakangan mental.

 

Tapi tenang… Savannah sama John nggak marahan lama kok! Mereka juga nanti baikan😉

 

Oh, iya.. Syndrom Asperger kalo nggak itu syndrom membuat pengidapnya nggak bisa lepas dari kebiasaannya. Mereka bukannya tidak ingin merubah kebiasaannya, tapi memang tak bisa. Dan ada tingkatannya juga, dari biasa aja sampe parah.

 

Hari-hari berlalu… Terus berlalu, cuti musim panas kedua John setengahnya ia habiskan bersama keluarga Savannah dan setengahnya lagi ia pergi ke rumah ayahnya. Dan ia kembali ke militer.

 

Hingga akhirnya, John menerima kabar kalau ayahnya terkena serangan jantung. Syok? Sudah pasti. John langsung mendapatkan cuti darurat untuk melihat ayahnya. Dan ternyata, ayahnya nggak bisa terbiasa dengan rumah sakit, mengingat itu di luar kebiasaan setiap harinya. Dan John memutuskan untuk merawat ayahnya di rumah.:)

 

Dan hubungan John dan ayahnya sudah sangat membaik. Sebelum John pergi waktu cuti musim panas sebelumnya, John bahkan bilang kalau ia menantikan cerita-cerita soal koin-koin ayahnya. Dan ayahnya bilang kalau ia menyukai Savannah.:) how sweet~~

 

Nah.. Menyadari cutinya nggak lama lagi, John meminta tetangga rumah sebelah yang notabennya seorang perawat untuk menjaga ayahnya.

 

Dan John kembali ke militer.

 

Tapi cerita belum berakhir.

 

 

John kembali ke rumah ayahnya saat mendapat cuti. Dan… Betapa syoknya John ketika melihat rumahnya. Kaleng-kaleng makanan berserakan di dapur dan belum di buang, sprei kasur ayahnya yang belum di ganti, dan lain-lain. John geram dengan tetangganya, bagaimana mungkin ia bisa begitu kejam.

 

Tapi perasaan itu luluh ketika melihat ayahnya yang sudah mulai tua dan di gerogoti penyakitnya. Ia tak bisa bangkit dari tempat tidur sekarang. Keadaan semakin memburuk. Dan percakapan yang selalu melengket di hati saya adalah:

“Hai Dad.”

“Hai John.”

“Aku menyayangimu, Dad.”

“Aku menyayangimu juga, John.”

 

😥

 

Dan saat tetangganya datang untuk melihat ayahnya, John langsung membuka pintu dan menatap tetangganya geram. Tetangga itu menjelaskan bahwa anaknya sedang sakit juga dan ia sulit membagi waktu. Awalnya John masih kesal, tapi akhirnya ia mengerti juga. :’)

 

Dan tetangganya mengusulkan untuk membawa ayahnya ke rumah perawatan(?). Saya lupa namanya, maaf. Disana, ayah John akan di urus dengan baik, tetangga itu juga menunjukkan tempat yang bagus yang ia tahu.

 

Awalnya John ragu. Mengingat tempat itu di luar kebiasaan ayahnya. Tapi tidak mungkin kan kalau hanya tetangganya itu yang bisa ia andalkan. Dan ini kutipannya:

 

“Malam itu, aku menyinggung soal kepindahan kepada ayahku. Aku akan pergi dalam beberapa hari dan tidak punya pilihan, tak peduli betapa ingin aku menghindarinya.

 

Dia tidak bersuara saat aku berbicara. Aku menjelaskan alasan-alasanku, kekhawatiranku, harapanku agar dia mengerti. Dia tidak bertanya apa pun, tapi matanya membelalak kaget, seolah-olah dia baru mendengar hukuman matinya sendiri.

 

Setelah selesa berbicara, aku benar-benar butuh waktu untuk sendirian. Aku menepuk kakinya dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ketika aku kembali ke ruang tamu, ayahku tengah meringkuk di sofa, sedih dan gemetar. Itu pertama kalinya aku melihat dia menangis.” Dear John hal. 286, Nicholas Sparks.

 

Ya, ayahnya setuju. Dan saat ayahnya menginjakkan kakinya ke tempat itu, ayahnya langsung takut.😥

 

Tapi John mencoba menenangkan dan berkata semua baik-baik saja. Dan akhirnya ayahnya mengerti meski tetap ketakutan. Dan John kembali ke militer. Hingga akhirnya ayahnya meninggal, tujuh minggu setelah ia pergi.

 

 

 

Mungkin kalau saya yang nulis nggak bakal dapet feel-nya. :’) sorry…

Sinopsis Batman the Dark Knigth Rises, the Real Hero

Published Mei 27, 2013 by Hango

well, Baru saja menonton film triologi terakhir Batman, the Dark Knight Rises. Oke, saya tahu itu luar biasa keterlaluan telat, saya tahu banget malah. Hehehe…

 

Dan saya merasa terinspirasi banget sama film yang satu ini. Film ini beda banget temanya sama film-film hero yang lainnya. Satu kalimat buat film ini, ‘keterlaluan luar biasa.’. Hehehe… Mungkin bagi yang sudah menonton, akan mengerti kenapa saya bilang hal itu, buat yang belum nonton, buruan nonton deh, di jamin nggak bakal nyesel.

 

Film ini bercerita tentang Bruce Wayne yang sudah pensiun dari karier-nya sebagai Batman setelah Rachel, cewek yang dia suka di sequel sebelumnya meninggal. Si Bruce ini selalu mengurung dirinya dari media masa, bahkan satu-satunya orang yang berbicara dengannya hanya si Alfred, pelayan setia Bruce. Nah, semuanya di mulai ketika seorang wanita, pencuri yang selalu berhasil mencuri barang yang ia ingin curi dan memiliki akting yang keterlaluan bagus, Selina Kyle, berhasil mencuri kalung peninggalan ibu Bruce.

 

Awalnya Bruce pikir bahwa kalung itu palsu, bahkan Bruce nekat memberitahu Selina bahwa kalung itu palsu dengan menunjukkan brangkas tempat menyimpan kalung itu. Nah, waktu brangkas kebuka, Bruce terkejut setengah mati. Brangkas dengan tingkat penjagaan ketat itu kosong! Dan sedetik kemudian Selina kabur.

 

Nah, nanti bakal ada scene yang menunjukkan tentang awal mula kejahatan, yaitu sering ditemukannya mayat di gorong-gorong alias selokan yang menuju sungai. Dan kebetulan mayat itu di temukan oleh seorang polisi yang sering dianggap remeh sama polisi yang lain, John Blake. John yang di besarkan di panti asuhan langsung mengenal mayat pria yang ditemukan. Seorang pria dari panti asuhan.

 

 

Dari sana ketahuanlah bahwa anak-anak yang sudah cukup umurnya, kalau nggak salah umur 16 tahun, harus meninggalkan panti asuhan karena hal biaya yang nggak cukup untuk mereka. Bukan hanya itu saja, sebuah fakta baru terungkap dari seorang anak lelaki yang kerjaannya mencoret-coret sekelilingnya dengan kapur dan membuat lambang Batman. Fakta itu adalah bahwa anak-anak yang cukup umurnya selalu pergi ke gorong-gorong karena katanya ada perkerjaan disana.

 

 

Back to Bruce Wayne, di sisi lain, Bruce Wayne menyadari bahwa wanita yang kemarin mencuri kalung peninggalan ibunya itu bukan mengincar kalung tersebut, melainkan sidik jari Bruce. Dan Bruce menemukan sidik jari wanita itu juga, meskipun ternyata itu sidik jari palsu, tapi akhirnya ketahuan juga kok kalau itu Selina Kyle.:)

 

 

Selanjutnya Selina, ternyata hal yang di pikir Bruce bener, Selina memang menjual sidik jari Bruce ke seorang cowok buron. Nah disini nih yang bikin saya kesel sekaligus ketawa, jadi si Selina itu cerdik banget. Jadi si Selina ini ngejebak itu cowok buron itu dengan cara membawa ponsel temen kencannya yang posisinya juga buron. Dan… Ketika Selina memanggil temannya menggunakan ponsel temen kencannya, otomatis polisi dateng. Dan semua orang di bar itu langsung heboh. Dan disini koplaknya, waktu polisi dateng, si Selina langsung nangis histeris dan teriak minta tolong. -__- otomatis Selina dianggap sebagai salah satu pengunjung bar yang nggak bersalah. Bener-bener…..

 

Dan ternyata…. Selina adalah seorang the Cat, yah.. Bisa di bilang Catwoman sih, hehe… Meski sosok Catwoman nggak melekat banget di the Cat, mengingat kostumnya yang sedikit beda di bagian topengnya. Dan beberapa sifat yang agak berbeda.

 

Nah, waktu itu cowok buron kabur, polisi langsung ngejar. Dan James Gordon, komisaris polisi, langsung bilang kalau coba cek gorong-gorongnya. Akhirnya, James dan beberapa anggota polisi langsung turun ke gorong-gorong. Dan bener aja, ternyata mereka disana. Dan dalam hitungan menit, hanya tinggal James yang ada disana. Dan tentu aja James di buat setengah sadar, dan langsung di pertemukan dengan sang penjahat, Bane. Disana, Bane langsung ngambil benda-benda di saku dalam jas Gordon, dan tiba-tiba, Gordon langsung menceburkan dirinya ke dalam arus air yang akan membawanya ke tempat dimana mayat-mayat di temukan. Dan ia ditemukan oleh John.

 

 

Dan bagian serunya adalah, waktu John dateng ke rumah Bruce Wayne buat ketemu Bruce. Awalnya Alfred nolak, tapi akhirnya John ketemu juga dengan Bruce. Dan disana, John bilang kalau dia menunggu sosok Batman datang kembali. Hahaha… Dan ia juga bilang kalau James sedang di rumah sakit.

 

 

Disana Bruce mulai goyah dengan prinsipnya yang mengatakan bahwa dia udah pensiun dari jabatannya. Dan dia berminat untuk kembali.

 

Mau tahu selanjutnya? Hahaha.. Komen ya, nanti saya buat. *plak! Hahahaha…

 

Saya juga nggak tahu itu berurutan atau nggak, tapi kurang lebih ya… Begitu. Hehehe… Maaf ya, sudah agak lupa soalnya.

 

 

Dan bukan hanya jalan ceritanya saja yang seru, tapiiii… Pesan yang ingin disampaikan yang juga hebat. Bagaimana seseorang menjadi pahlawan yang di kenang.

 

Pesan yang dibawa film ini adalah, pahlawan bisa datang dari mana saja. Mulai dari Bruce Wayne, seorang pria kaya raya yang dermawan dan sangat rendah hati. Menyembunyikan identitasnya dengan topeng demi melindungi seluruh orang yang ia sayangi. Tipe orang yang tiada takutnya, dan justru itu yang membuatnya lemah.

 

Atau… John Blake. Polisi yang dianggap remeh, tapi ia pantang menyerah dan itu yang membuatnya spesial. Ia menggantikan Batman disaat kritis, dan dia yang membuat semua orang sadar kalau semua yang direncanakan polisi salah.

 

Atau mungkin juga… Selina Kyle. Penjahat cewek alias pencuri yang sebenernya juga nggak tahan dengan kejahatan. Tipe orang yang susah diajak kebaikan dan sangat mementingkan dirinya sendiri. Meski hati nuraninya memenuhi dirinya.

 

Luar biasa kan pesannya?

Saya setuju dengan kata Deddy Corbuzier yang mengatakan, ‘hari ini sangat menginspirasi, saya nggak peduli dengan ratingnya, yang penting menginspirasi’. Kurang lebih begitulah… Hehehe…:)

Bulan Ramadhan

Published Juli 20, 2012 by Hango

ekhhmm… *berdehem* *rapiin baju, rapiin kerudung*

berhubung sekarang sudah memasuki bulan Ramadhan… maka Saya, Hango, mengucapkan Marhaban ya Ramadhan!!! mohon maaf apabila ada salah kata atau bagaimana, yang jelas saya minta maaafffff~~~~

-Hango-

Hi Dear! *\(^_^)/*

Published Juni 17, 2012 by Hango

Hi, I’m just girl from big country in Asia. jangan baca ini blog dengan kata yoostarhaNGo, tapi yang bener yoostarhan-go. agak ribet ya? hahaha….

gak ada alasan khusus membuat ini blog. isinyapun mungkin kurang penting, but…  happy reading!!!!

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.